Kamis, 06 November 2014

Makalah Psikologi: Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Definisi Media Sosial
Berikut definisi media sosial dari beberapa sumber:
     Menurut Wikipedia. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.” (id.wikipedia.org)
     Menurut KBBI. Media adalah alat, sarana komunikasi, perantara atau penghubung, sedangkan sosial adalah sesuatu yang berkenaan di masyarakat. Jadi media sosial adalah sarana komunikasi yang berkenaan di masyarakat. (kbbi.web.id)

Contoh Media Sosial yang Populer.
Berikut contoh media sosial yang banyak digunakan masyarakat di dunia:
     Facebook. Facebook adalah layanan media sosial yang memungkinkan orang-orang untuk mencari dan menambahkan baik orang yang dikenalnya ataupun tidak menjadi teman untuk chatting, berbagi informasi, foto, dan lain lain. (id.wikipedia.org)
     Twitter. Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet).
     Instagram. Instagram adalah sebuah aplikasi membagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.
     Path. Path adalah adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada smartphone yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar, lokasi dan juga pesan.

Pengguna Media Sosial.    
     Menurut jenis kelamin.
     Pria. 62% dari pria memiliki dan menggunakan media sosial.
     Wanita. 71% dari wanita memiliki dan menggunakan media sosial.
     Menurut usia.
     Remaja-Dewasa Muda. Sekitar 83% dari populasi remaja hingga dewasa muda di dunia yang berusia 18 hingga 29 tahun.
     Dewasa. Sekitar 70% dari populasi orang dewasa yang berusia 30 hingga 64 tahun di dunia.
     Manula. Sekitar 32% dari orang tua lanjut usia (65+) di dunia.

Dampak Media Sosial.
     Positif. Beberapa dampak positif media sosial:
     Sebagai tempat promosi. Dengan banyaknya orang yang menggunakan jejaring sosial, membuka kesempatan kita untuk mempromosikan produk/jasa yang kita tawarkan.
     Ajang memperbanyak teman. Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis  dengan mudah.
     Sebagai media komunikasi. Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri.
     Tempat mencari informasi. Banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyebarannya.
     Tempat berbagi. Dengan fitur yang ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik foto, dokumen, pesan suara, dll.  
     Negatif. Dampak negatif media sosial:
     Munculnya tindak kejahatan. Banyak orang yang menggunakan media sosial untuk melakukan tindak kejahatan seperti penculikan dan penipuan.
     Mengganggu relasi. Dapat menyebabkan terputusnya hubungan dengan orang lain di dunia nyata melalui apa yang disampaikan di media sosial.
     Menimbulkan sifat candu. Media sosial dapat menimbulkan sifat candu yang membuat pengguna menutup diri dan menjadi keterbelakangan secara sifat di dunia nyata.
     Sarana pornografi dan judi. Dimanfaatkan juga oleh orang-orang sebagai penyebaran judi dan pornografi, yang bisa diakses oleh orang dari berbagai kalangan dan usia termasuk anak di bawah umur.

Kesimpulan.
Media sosial memiliki dampak yang besar baik untuk pria maupun wanita dari berbagai usia dari remaja hingga orang tua. Pada dasarnya, media sosial bermanfaat sebagai sarana berbagi, mencari informasi, dan mencari teman jika digunakan dengan benar. Namun jika disalahgunakan juga dapat menimbulkan dampak buruk yang merugikan pengguna.





Saran.
Pergunakanlah media sosial dengan baik dan benar dengan menjaga tingkah laku dan membatasi hal-hal yang pantas maupun tidak pantas untuk dilihat. Berpikir kritis dan jangan terlalu percaya dengan segala sesuatu di media ini karena belum tentu terjamin kebenarannya.

DAFTAR PUSTAKA

Facebook, Twitter, Instagram, Path, Media Sosial. (2014). Diunduh dari http://id.wikipedia.org
“Media” dan “Sosial” (2000). Diunduh dari http://kbbi.web.id





Kamis, 25 September 2014

Bipolar!!

Halo halooo... Oke ini telat tapi kali ini gue bakal ngenalin kelompok kelas psikologi filsafat gue. Namanya adalah... Bipolar!!


Anggota: Lukas, Rafael, Sahna, Pingkan, Dicka, Saras, Veronika, dan Marcelia.

Kelompok ini diketuai Dicka.

Oke, darimana sih asal nama Bipolar? Buat para pelajaran psikologi pasti tau dong? Bipolar diambil dari nama penyakit mental 'Bipolar Disorder'. Lho lho? Apa kami semua kelainan mental? Tidak, tenang saja.

Bipolar Disorder menandakan moodswing yang tinggi dan kami merasa itu sangat mirip dengan kami. Kami dapat tenang di suatu waktu dan tiba tiba panik di waktu lain. Kami dapat bercanda di satu waktu dan serius di menit selanjutnya. Itulah kami, bipolar yang kompak!!

22 September 2014: Kesesatan Pemikiran, Silogisme, Etika & Moral

Kesesatan Pikiran (FALLACIA)

Defenisi
Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
Contoh kesalahan fakta:
-Presiden AS Barrack Obama lahir di Indonesia
-Ahmad lahir dengan bintang gemini, maka hidupnya penuh dengan persoalan

Klasifikasi: Kesesatan formal dan kesesatan informal

  • Kesesatan formal: pelanggaran terhadap kaidah logika. Contoh: Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi, semua pengamen adalah penodong.
  • Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dalam bahasa. Contoh: kesesatan diksi, penempatan kata depan yang keliru, mengacau posisi subjek atau predikat, dan ungkapan yang keliru dll.
Kesesatan presumsi:
  • Generalisasi tergesa-gesa: Orang jenius pintar dari lahir.
  • Non sequitur(belum tentu): Aku pasti sial karena minggu lalu kutendang patung keramat itu.
  • Analogi palsu: Membuat anak kecil senang seperti membuat anjing senang, beri makanan.
  • Penalaran melingkar: Aku mencintainya karena ia tampan, ia tampan makanya kucintai.
  • Deduksi cacat: Barangsiapa memberi persembahan, dia adalah orang baik. Andi orang baik.
  • Pikiran simplistis: Karena dia gay, maka dia menjijikan.
Kesesatan retoris:
  • Eufemisme/Disfemisme: Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.
  • Penjelasan retorik: Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal.
  • Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak pandai menyanyi.
  • Innuendo: Saya tidak mengatakan makanan ini tidak enak, tapi mengatakan lukisan itu bagus
  • Loading question: Apakah anda masih memakai narkoba?
  • Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minuman itu melancarkan pencernaan.
  • Downplay: Jangan dianggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan.
  • Hiperbola: membesar-besarkan.
  • Pengandaian bukti: studi menunjukkan.
  • Dilema semu: mengambil keputusan seenaknya. 
SILOGISME
Defenisi:
Silogisme: suatu simpulan dimana dari dua putusan atau premis disimpulkan suatu keputusan yang baru.
Prinsip silogisme: bila premis benar, maka simpulan benar.
Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

Silogisme Kategoris
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Contoh
  • M - P : Kebaikan mendatangkan pahala.
  • S - M : Memberi dengan tulus adalah kebaikan.
  • S - P : Maka, memberi dengan tulus mendatangkan pahala.
Catatan:
-Tentukan lebih dulu simpulan.
-Bila kesimpulan telah dirumuskan, tentukan alasannya (M).
-Bila S dan P sudah diketahui dalam simpulan, susun silogisme yang terdiri dari tiga bagian: simpulan, premis minor dan premis mayor.

Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Contoh: Lingkaran adalah bentuk bundar (S). Segitiga bukan bentuk bundar (P). Segitiga bukan lingkaran (M).
Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis:
  1. Epicherema: silogisme yang salah satu.kedua premisnya disertai alasan.
  2. Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplikit.
  3. Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
  4. Sorites: silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
ETIKA & MORAL
Etika sebagai cabang filsafat disebut filsafat moral.
Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani (Ethos: watak). Sedangkan moral berasal dari kata Latin (Mos: Tunggal, Moris: jamak) artinya kebiasaan. Jadi Etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan.

Moral
Arti moral secara umum:
-Moral adalah norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan) untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
-Moral dibagi dua: moral dilosofis dan moral teologis
-Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamata. Mis: moral pancasila.
-Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama.

Etika
Etika dibagi menjadi tiga kajian ilmu: 
-Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
-Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb
-Etika deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

Etika UMUMberbicara mengenai kondisi-kondisi dasarteori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yangmenjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baikatau buruknya suatu tindakan.

Etika KHUSUS
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Dibagi menjadi dua bagian:
-Etika Individual: yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
-Etika Sosial: yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Minggu, 21 September 2014

19 September 2014: Logika & Critical Thinking


Obyek logika : 
1. Obyek material yaitu logika adalag manusia itu sendiri
2. Obyek formal yaitu logika adalah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat.

Istilah logika pertama kali digunakan oleh Zeno dengan aliran stoisisme, filsuf yang pertama kali menggunakan logika adalah Aristoteles

2 Macam logika : 

1. Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika spontan
2. Logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih telitj atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari.

Ada logika formal yang berarti logika yang bicara tentang kebenaran bentuk. Sebuah argumen bila diakatakn mempunyai kebeneran bentuk konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan menagabaikan isi kandung dalam argumentasi tersebut.
Contoh
Semua pegawai negri adalah penerima gaji
Semua pegawai swasta adalah penerima gaji
Jadi, pegawaj negeri adalah pegawai swasta

Kemudia kalo logika material adalah logika yang membahas tentang kebenaran isi tsb. Dalam Logika material dapat juga disebut logika mayor.
Contoh
Semua manusia memiliki kaki
Budi memiliki kaki
Jadi,Budi adalah manusia

Jika kita sesuaikan dengan kenyataan , bentuk dari isi pernyataan yang membentuk argumen tsb adalah benar
Namun secara formal bentuknya tida ada kesahihan.

Critical Thinking

Pengertian dar berpikir kritis adalab merasionalisasikan kehidupan manusia secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sbg dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu. (Chaffe 1990)

Ciri-ciri berpikir Kritis antara lain;
1. Rasional, reasonable, reflektif
2. Melibatkan skepticism yang sehat dan konstruktif
3. Otonomi
4. Kreatif
5. Adil
6. Dapat dipercaya  dan dilakukan

Lima model berpikirn kritis:
T : Total Recall
H : Habits
I : Inquiry
N : New Idea and Kreatif
K : Knowing how you think

19 September 2014: Subyektivisme & Obyektivisme

Subyektivitas
adalah pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu. Ini adalah pendukung dari pandangan subyektivitas :
1. Aristoteles, Plato dan Rene Descartes
2. Kaum solipsisme
3. Kaum realisme epistomologis
4. Kaum idealisme epistomologis

Kemudian juga ada beberapa ciri-ciri dari pendekatan subyektivitas :
1. Menggagasb pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
2. Pengalaman Subjektiv sebagai titik tolak pengetahuan dari instuisi diri sendiri
3. Prinsip subjektif tentang alasan cukup karena pengalaman bersifat personal

Rene Descartea berkata berpikir tidak hanya penalaran tetapi melihat, mendengar, merasa, dan seluruh kegiatan sadar lainnya yang masuk dalam kegiatan berpikirnya.
Rene descartes menolak skeptisme yang membawanya justru ke arah subyektivisme. Skeptisme yang meragukan kemungkinan bahwa manusia bisa dapat mengetahui sesuatu dikarenakan tidak adanya bukti yang cukup agar manusia mengetahui sesuatu . Rene Descartes mengungkapkan rasio/pikiran ialah satu-satunya sumber dan jaminan kebenaran pengetahuan.

Kesadaran akan diri sendiri bukan suatu instuisi langsung tentang diri dalam gagasan yang terpilah sebagaimana yang dipahami Rene Descartes. Kesadaran akan diri sendiri juga merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergaulatan dengan dunia luar.

Obyektivisme
Merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Pandangan ini dekat dengan positivisme dan empirisme.
Pendukung pandangan ini adalah :
Popper, Latatos, dan Marx

Ada 3 pandang dasar obyektivisme :
1. Kebenaran itu independen terlepas dari subjek.
2. Kebenaran itu datang dari faktual
3. Kebenaran hanya dapaf didasari oleh pengalaman inderawi

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mempunyai kebenaran kesaksian inderawi :
1. Obyek harus sesuai dengan jenis indera
2. Organ indera harus normal dan sehat
3. Karena ditangkap oleh medium maka medium harus ada

Ada obyek umum atau data yang ditabgkap oleh lebih dari 1 indera dan juga ada obyek khusus atau data yang ditangkap hanya 1 indera.

Konfirmasi
Konfirmasi berhubungan dengan ilmu pengetahuan maka fungsi nya sebagai ilmu adalah Menjelaskan, menegaskan, dan memperkuat apa yang di dapat dari kenayataan /fakta. Ada 2 aspek konfirmasi yaitu kualitatif dan kuantitatif.
Konfirmasi untuk mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.

3 jenis konfirmasi
1. Decision theory
2. Estimation theory
3. Reliability theory

Inferensi
Yaitu sebagai penarikan konkluksi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Penyimpulan dapat berupa mengakui atau memungkiri suatu kesatuan antara 2 pernyataan.

Proses penarikan konkluksi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu cara induktif dan deduktif.
Penarikan inferensi deduktif ada 2 inferensi langsung dan tidak langsung.
Yang dimaksud dengan inferensi langsung ialah penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis tetapi inferensi tidak langsung itu penarikan kesimpulan dari 2 premis.

Ada predikat konklusi disebut juga term mayor ada juga subyek konklusi disebut juga term minor.

Konstruksi Teori

Teori ini dirumuskan, dikembangakan , dievaluasi menurutbmetode ilmiah. Arti dari teori sendiri memiliki 2 kutub yaitu teori sebagai hukum eksperimental dan teori sebagai hukum uang berkualitas normal seperti teori relativitas Einstein.

Kelompok perkembanagn ilmu pengetahuan :
1. Animisme
2. Ilmu empiris
3. Ilmu teoritis

Model konstruksi teori :
1. Model korespodensi
2. Model korehensi
3. Model pragmatis

3 aliran  konstruksi teori:
1. Reduksionalisme
2. Instrumentalisme
3. Realisme

18 September 2014: Epistomologi


Epistemologi, (dari Bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.

Dari beberapa metode ada metode yang dapat digunakan dalam memiliki ilmu, melalui akal budi atau disebut metode rasionalisme dan pancaindera, kedua metode empiris, dan metode fenomenalisme. Kemudian bisa juga digunakan dengan metode kelima ini yaitu metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode dialektis, dan metode kontemplatis.

1. Metode Empirisme yaitu suatu cara atau metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Tokoh dari metode ini ialah John Locke ia yg mengemukakan teori "Tabula Rasa".

2. Metode Rasionalisme yaitu suatu cara atau merode dalam memperoleh sumber pengetahuan yang berlandaskan pada akal. Tokohnya dari metode Rasionalisme adalah Rene Descartes. Ia membuat kata-kata yang bagus sekali menurut saya dan sangat terkenal yaitu cogito ergo sum yang berarti saya berpikir maka saya ada.

3. Metode Fenomenalisme yaitu suatu cara atau metode dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan berdasarkan pengalaman dalam dirinya sendiri atau bisa dengan gejala -gejala . Tokoh dari metode ini ialah Imannual Kant. Ia yang membenarkan dari kedua teori tersebut.

Selanjutnya ada 3 sifat dari Epistomologi :
1. Secara Kritis yaitu mempertanyakan cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
2. Secara normatif yaitu menentukan tolak ukur atau norma
3. Secara evaluatif yaitu berdasarkan keyakinan dan dapat dipertanggubg jawabkan dari pendapat suatu teori dan dijamin kebenaran nya secara logis dan akurat.

Ada 5 teori kebenaran salam ilmu pengetahuan :
1. Korespondensi (sifat nya subyektif)
2. Koherensi (adanya kesesuaian)
3. Pragmatik (ada kegunaannya)
4. Konsesnsus (adanya kesepakatan bersama)
5. Semantik ( tentang arti suatu kata)

Di sesi kedua, saya mempelajari tentang Kebenaran .
Kebenaran itu bersifat sebagai ilmu pengetahuan yang disebut sebagai kebenaran epistomologis. Aletheia adalah kata yunani yang berarti kebenaran.

Menurut kaum Positivisme Logis kebenaran dibedakan menjadi dua yaitj ada kebenaran faktual (bersifat nisbi) dan kebenaran nalar (bersifat mutlak dan tidak niscaya).
Menurut Thomas Aquinas ada kebenaran Ontologis atau kebenaran yang ada dalam kenyataan dan kebenaran logis atau kebenaran yang ada dalam akal budi manusia.

Debat Kelas Filsafat

Catatan Penulis: Kami melangsungkan debat pada salah satu pertemuan di kelas. Dan ini adalah pendapat saya sebagai pro dan kontra dari topik topik yang diperdebatkan.

***
Debat I: Pilkada langsung lebih baik daripada pilkada tidak langsung(melalui DPR)
Pro: Pilkada langsung lebih baik karena rakyat dapat memilih langsung dan dapat meminimalisasikan kecurangan dalam KKN jika DPR yang memilih pemimpin untuk rakyat, juga karena ini sesuai dengan isi UUD 1945 yang mengatakan bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
Kontra: Pilkada tidak langsung lebih baik karena membantu menghemat anggaran yang dikeluarkan untuk melangsungkan pilkada langsung, kita sebagai rakyat juga harus percaya kepada wakil yang telah kita pilih dan menyerahkan keputusan ke tangan mereka.

Debat II: Penerapan PSD(pergaulan bebas) di Indonesia
Pro: Pergaulan yang bebas membantu menjaga hubungan yang intim dengan orang lain, lebih terbuka dan dapat menuruti keinginan diri sendiri tanpa malu akan celaan orang lain. Pergaulan yang bebas juga memudahkan kita bergaul dan memiliki relasi dengan banyak orang.
Kontra: Pergaulan bebas tidak sesuai dengan hukum dan norma dalam negara Indonesia, dan dapat diberikan sanksi. Juga meningkatkan resiko terkena PMS(Penyakit Menular Seksual) baik yang ringan hingga berat. Pergaulan ini juga dapat mengakibatkan hal yang tidak diinginkan seperti penurunan mental dan kehamilan di luar nikah.