Minggu, 21 September 2014

16 September 2014: Metafisika/Ontologi & Auksiologi

Definisi Metafisika/Ontologi: Nama metafisika itu diberikan oleh Andronikos dari Rodhos pada tahun 70 SM terhadap karya-karya yang disusun sesudah buku Fisika, tetapi harus diingat bahwa ini bukan secara kronologis tetapi kebetulan karena muncul buku Fisika maka barulah terbit istilah metafisika. Penyelidikan metafisika mula-mula hanya mencakup sesuatu yang ada di belakang dunia fisik, tetapi lalu berkembang ke arah penyelidikan terhadap segala sesuatu yang ada.

Definisi Metafisika/Ontologi Menurut Tokoh:
-Aristoteles: Metafisika adalah cabang filsafat yang mengkaji yang-ada sebagai yang-ada
-Anton Bakker: Metafisika adalah cabang filsafat yang menyelidiki dan menggelar gambaran umum tentang struktur realitas yang berlaku mutlak dan umum
-Frederick Sontag: Metafisika adalah filsafat pokok yang menelaah 'prinsip pertama'
-Van Peursen: Metafisika adalah bagian filsafat yang memusatkan perhatiannya kepada pertanyaan mengenai akar terdalam yang mendasari segala yang ada
-Michael J. Loux: Metafisika adalah ilmu tentang kategori.

Defenisi Metafisika/Ontologi Menurut Wikipedia:
Metafisika merupakan padanan kata yang berasal dari Bahasa Yunani yakni meta="setelah atau di balik", dan phusika="hal-hal di alam". Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. 

Aksiologi
Aksiologi yaitu cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Berasal dari kata axios (Yunani) yang berarti nilai, layak, pantas, patut dan logos yang berarti ilmu. Jadi Aksiologi adalah 'teori tentang nilai' yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Ada empat pendekatan etika pada Aksiologi:
-Teori Nilai Intuitif: sangat sukar jika tidak bisa dikatakan mustahil untuk mendefinisikan suatu peringkat nilai yang absolut.
-Teori Nilai Rasional: jangan percaya pada nilai yang bersifat objektif dan murni independen dari manusia.
-Teori Nilai Alamiah: diciptakan manusia bersama dengan kebutuhan dan hasrat yang dislaminya.
-Teori Nilai Emotif: memandang bahwa konsep moral dan etika bukanlah keputusan 43 faktual melainkan hanya merupakan ekspresi emosi dan tingkah laku.

2 komentar:

  1. isi nya sudah bagus kok dan rangkumannya juga mudah saya pahami tapi lebih baik kalau misalnya tulisannya jangan warna orange/jangan ada highlight nya kas wkakaa! nilainya 88 yaaaa^^

    BalasHapus