Epistemologi, (dari Bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.
Dari beberapa metode ada metode yang dapat digunakan dalam memiliki ilmu, melalui akal budi atau disebut metode rasionalisme dan pancaindera, kedua metode empiris, dan metode fenomenalisme. Kemudian bisa juga digunakan dengan metode kelima ini yaitu metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode dialektis, dan metode kontemplatis.
2. Metode Rasionalisme yaitu suatu cara atau merode dalam memperoleh sumber pengetahuan yang berlandaskan pada akal. Tokohnya dari metode Rasionalisme adalah Rene Descartes. Ia membuat kata-kata yang bagus sekali menurut saya dan sangat terkenal yaitu cogito ergo sum yang berarti saya berpikir maka saya ada.
3. Metode Fenomenalisme yaitu suatu cara atau metode dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan berdasarkan pengalaman dalam dirinya sendiri atau bisa dengan gejala -gejala . Tokoh dari metode ini ialah Imannual Kant. Ia yang membenarkan dari kedua teori tersebut.
Selanjutnya ada 3 sifat dari Epistomologi :
1. Secara Kritis yaitu mempertanyakan cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
2. Secara normatif yaitu menentukan tolak ukur atau norma
3. Secara evaluatif yaitu berdasarkan keyakinan dan dapat dipertanggubg jawabkan dari pendapat suatu teori dan dijamin kebenaran nya secara logis dan akurat.
Ada 5 teori kebenaran salam ilmu pengetahuan :
1. Korespondensi (sifat nya subyektif)
2. Koherensi (adanya kesesuaian)
3. Pragmatik (ada kegunaannya)
4. Konsesnsus (adanya kesepakatan bersama)
5. Semantik ( tentang arti suatu kata)
Di sesi kedua, saya mempelajari tentang Kebenaran .
Kebenaran itu bersifat sebagai ilmu pengetahuan yang disebut sebagai kebenaran epistomologis. Aletheia adalah kata yunani yang berarti kebenaran.
Menurut kaum Positivisme Logis kebenaran dibedakan menjadi dua yaitj ada kebenaran faktual (bersifat nisbi) dan kebenaran nalar (bersifat mutlak dan tidak niscaya).
Menurut Thomas Aquinas ada kebenaran Ontologis atau kebenaran yang ada dalam kenyataan dan kebenaran logis atau kebenaran yang ada dalam akal budi manusia.
Sederhana tp bagus 84 ya
BalasHapusPadat dan jelas hehehe 83 yah je
BalasHapusblog mu sangat bagus dan ringkas . 85!
BalasHapus