Kamis, 25 September 2014

22 September 2014: Kesesatan Pemikiran, Silogisme, Etika & Moral

Kesesatan Pikiran (FALLACIA)

Defenisi
Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
Contoh kesalahan fakta:
-Presiden AS Barrack Obama lahir di Indonesia
-Ahmad lahir dengan bintang gemini, maka hidupnya penuh dengan persoalan

Klasifikasi: Kesesatan formal dan kesesatan informal

  • Kesesatan formal: pelanggaran terhadap kaidah logika. Contoh: Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi, semua pengamen adalah penodong.
  • Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dalam bahasa. Contoh: kesesatan diksi, penempatan kata depan yang keliru, mengacau posisi subjek atau predikat, dan ungkapan yang keliru dll.
Kesesatan presumsi:
  • Generalisasi tergesa-gesa: Orang jenius pintar dari lahir.
  • Non sequitur(belum tentu): Aku pasti sial karena minggu lalu kutendang patung keramat itu.
  • Analogi palsu: Membuat anak kecil senang seperti membuat anjing senang, beri makanan.
  • Penalaran melingkar: Aku mencintainya karena ia tampan, ia tampan makanya kucintai.
  • Deduksi cacat: Barangsiapa memberi persembahan, dia adalah orang baik. Andi orang baik.
  • Pikiran simplistis: Karena dia gay, maka dia menjijikan.
Kesesatan retoris:
  • Eufemisme/Disfemisme: Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.
  • Penjelasan retorik: Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal.
  • Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak pandai menyanyi.
  • Innuendo: Saya tidak mengatakan makanan ini tidak enak, tapi mengatakan lukisan itu bagus
  • Loading question: Apakah anda masih memakai narkoba?
  • Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minuman itu melancarkan pencernaan.
  • Downplay: Jangan dianggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan.
  • Hiperbola: membesar-besarkan.
  • Pengandaian bukti: studi menunjukkan.
  • Dilema semu: mengambil keputusan seenaknya. 
SILOGISME
Defenisi:
Silogisme: suatu simpulan dimana dari dua putusan atau premis disimpulkan suatu keputusan yang baru.
Prinsip silogisme: bila premis benar, maka simpulan benar.
Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

Silogisme Kategoris
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Contoh
  • M - P : Kebaikan mendatangkan pahala.
  • S - M : Memberi dengan tulus adalah kebaikan.
  • S - P : Maka, memberi dengan tulus mendatangkan pahala.
Catatan:
-Tentukan lebih dulu simpulan.
-Bila kesimpulan telah dirumuskan, tentukan alasannya (M).
-Bila S dan P sudah diketahui dalam simpulan, susun silogisme yang terdiri dari tiga bagian: simpulan, premis minor dan premis mayor.

Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Contoh: Lingkaran adalah bentuk bundar (S). Segitiga bukan bentuk bundar (P). Segitiga bukan lingkaran (M).
Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis:
  1. Epicherema: silogisme yang salah satu.kedua premisnya disertai alasan.
  2. Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplikit.
  3. Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
  4. Sorites: silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
ETIKA & MORAL
Etika sebagai cabang filsafat disebut filsafat moral.
Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani (Ethos: watak). Sedangkan moral berasal dari kata Latin (Mos: Tunggal, Moris: jamak) artinya kebiasaan. Jadi Etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan.

Moral
Arti moral secara umum:
-Moral adalah norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan) untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
-Moral dibagi dua: moral dilosofis dan moral teologis
-Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamata. Mis: moral pancasila.
-Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama.

Etika
Etika dibagi menjadi tiga kajian ilmu: 
-Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
-Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb
-Etika deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

Etika UMUMberbicara mengenai kondisi-kondisi dasarteori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yangmenjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baikatau buruknya suatu tindakan.

Etika KHUSUS
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Dibagi menjadi dua bagian:
-Etika Individual: yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
-Etika Sosial: yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

2 komentar:

  1. satu kata dari gw..... wew..... (skor dr gw 80)

    BalasHapus
  2. lukas, ini bagus sebenernyaa tapi warna nya diganti keles wkaka nilai lo 88 yaa ahaha

    BalasHapus